HSR Stabil Meski Dolar Labil

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar yang tidak menentu, dikeluhkan oleh beberapa penjual aksesori dan segmen aftermarket otomotif.

HSR Stabil Meski Dolar Labil -Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar yang tidak menentu, dikeluhkan oleh beberapa penjual aksesori dan segmen aftermarket otomotif. Sekertaris Jenderal Perhimpunan Pengusaha Aksesori Mobil Indonesia (Pahami), Irwan Kusuma menanggapi hal ini dapat menyebabkan penurunan penjualan aksesoris mobil secara signifikan.Irwan menyebut bahwa aksesori tidak menjadi kebutuhan utama. Bagi ia aksesoris hanyalah sekedar hobi.

“Karena kami di aksesori ini bukan kebutuhan utama yang primer atau sekunder, ini kebutuhan hobi, dimana mereka (konsumen) punya kebutuhan utama pastinya,” ujar Irwan (16/11/18).Irwan juga tidak bisa menyebut secara pasti terkait penurunan penjualan. Ia juga belum menentukan permintaan penjualan karena kondisi ekonomi yang naik-turun.“Saya sekarang di asosiasi juga bingung maun jual berapa, karena nanti turun, nanti naik, tidak stabil, sehingga toko-toko menunggu takit besok turun, tapi besok naik, jadi gak ada kepastian,” tutr Irwan.

Hal yang berbeda justru datang dari segmen velg. TKB Group yang mempunyai line-up HSR Wheels mengaku tidak mengalami penurunan penjualan yang signifikan. Hendra Wijaya selaku kepala pemasaran HSR Wheels juga mengatakan tidak ada penurunan dari produksi velg.“Sampai sejauh ini, penjualan HSR masih stabil. Kita juga gak nurunin jumlah permintaan velg dari pabrik,” jelas Hendra.TKB Group cenderung melakukan diskon dan promo besar-besaran terhadap konsumennya. Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pengendara mobil yang ingin tampil bergaya tanpa harus keluarkan biaya berlebih.